Dinding putih kamarmu adalah saksi bisu
Menyaksikan banyak kegagalan yang kamu tangisi
Matamu yang sulit terpejam saat malam
Serta setiap langkah awal yang kamu ambil di pagi hari
Lalu apa sekarang?
Menyerah?
Jika ingin, mengapa tidak sejak dulu?
Kemudian dinding putih itu tertawa melihatmu tak berdaya
Setelah begitu banyak yang kamu perjuangkan
Jangan pisau dapur setidaknya
Banyak yang ingin seperti dirimu
Namun kamu ingin menjadi orang lain
"Ya, begitulah manusia." Ejeknya
Tidak ada yang dapat diterima saat kacau
Namun percaya semua pasti akan berlalu
Menjadi jalan keluar paling masuk akal
Tidakkah kamu bertanya-tanya
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Teruntuk diriku
Aku sangat mengenalmu
Buka mata dan keluarlah dari kepulan asap hitam itu
Aku selalu bersamamu. Aku mempercayaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar