Tepat hari ini, kala itu
Seorang wanita tangguh tengah mati-matian
membebaskan sesosok harapan
keluar dari lubang kecil menyesakkan
Harapan itu adalah dirimu yang mengingat hari ini
Ingatan tentang Tuhan yang mengabulkan permintaan
sepasang kekasih yang memohon untukmu sebuah kehidupan
Tentu bukan aku yang menulis ini
Karena untukmu terkadang aku menyumpahi
Namun sewaktu-waktu, semoga tawa menyertai
Dimanapun, dan mungkin kapanpun
Ada perasaan yang masih utuh
Ada perasaan yang tak lagi rapuh
Dimanapun, dan mungkin kapanpun
Ada aku yang mulai melangkah maju
Ada aku yang tak lagi rindu
Berbahagialah hari ini dengan yang membahagiakan
Berbahagialah hari ini dengan yang ingin dibahagiakan
Berbahagialah dirimu,
dan bahagialah aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar